22 PASIEN RSJ IKUT NYOBLOS

Mataram. Sebanyak 22 pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) memberikan hak pilihnya pada pemilu 9 April , kemarin. Mereka merupakan pemilih yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di empat Tempat Pemungutan Suara (TPS) yakni TPS 19, 20, 21 dan 22. Keempat TPS tersebut berada di Lingkungan Jangkuk Kelurahan Selagalas, Cakra Timur, Kota Mataram.

Proses pemungutan suara berlangsung sekitar pukul 12.00 wita hingga 13.30 wita. Jumlah pemilih yang direkomendasikan RSJ masuk dalam DPT sebanyak 98 orang. Namun dari jumlah tersebut hanya 22 pasien yang dapat memberikan hak pilihnya. Adapun sisanya ada yang sudah kembali ke rumahnya, ada juga yang mendadak kumat sehingga tidak dapat menyampaikan hak suaranya.

Proses pemungutan suara di RSJcukup unik. Para pasien memperoleh tempat dadakan. Meski proses pemilihanya terbilang vulgar, namun mereka benar-benar menuntaskan tugasnya sesuai dengan keinginannya tanpa ada arahan pihak manapun. Lagipila banyak orang yang menyaksikan proses pemungutan suara yang baru pertama kali terjadi di RSJ NTB itu.

Masing-masing TPS baik TPS 19, 20, 21 dan 22 datang secara bergiliran. Didampingi petugas RSJ serta perawat RSJ, para pasien yang direkomendasikan untuk memberikan hak pilihnya itu didata satu per satu sesuai dengan nama yang tertera dalam surat C6 atau panggilan. Selanjutnya petugas memberikan pengarahan kepada para pasien tersebut tata cara menyoblos.

Para pasien menurut saja perintah petugas termasuk saat menerima paku untuk mencoblos berikut empat jenis surat suaranya. Mereka diarahkan ke tempat memilih yakni di atas meja yang sudah disiapkan. Layaknya pemilih pada umumnya, para pasien tersebut dengan santai membuka surat suara dan langsung menyoblos gambar sesuai keinginan mereka. “PBB, PDIP,” teriak salah seorang pasien yang tidak ikut nyoblos. Teriakan tersebut karuan mempenngaruhi suasananya sekitar tempat pencoblosan yang terletak di ruang Mawar.

Beberapa pasien malah ada yang bingung ketika sudah membuka surat suara berwarna merah untuk DPD RI. Syarifuddin Yusuf misalnya. Dia tampak bingung sambil tolah toleh melihat sekitarnya. “ Saya tidak kenal sama mereka. Siapa mereka yang akan saya pilih, “ujarnya.

Tapi sejurus kemudian, tangan kanannya yang memegang paku langsung mengarahkan kepada salah satu foto calon legislative DPD RI. Sejumlah pasien lainnya seolah menjadikan proses pencoblosan sebagai ajang refreshing. Bagaiman tidak, mereka tampak tertib duduk mengantri. Ada yang bercengkrama dengan seorang anggota polisi sambil sesekali memeragakan cara hormat.

Ada juga yang berpose seolah seorang artis begitu melihat sejumlah wartawan membawa kamera.

Menurut Dayu, perawat di ruang Mawar, sebelum proses pemilihan dilakukan pihaknya terlebih dulu memberikan obat bagi para pasien yang memilih. Terlebih pada jam tersebut para pasien memang sudah waktunya mengkonsumsi obat dan beristirahat. Pemberian obat dilakukan agar para pasien lebih tenang untuk beraktivitas.

Tidak semua pasien yang direkomendasikan ternyata dapat memilihj. Di beberapa ruangan ternyata terdapat pasien yang akhirnya tidak jadi memilih karena kondisinya yang dinilai tidak memungkinkan. Meski begitu, proses pemungutan suara di RSJ tersebut berlangsung sukses.

Pemungutan suara di RSJ itu dipantau langsung oleh Komnas HAM dari Jakarta. Lima orang daeri Komnas HAM yang dipimpin M Imdadun Rahmat melihat langsung proses pemungutan suara. Mereka juga didampingi oleh Ketua KPU NTB Lalu Aksar Ansori dan komisioner KPU Mataram Eka Sugih Gunawan. Imdadun Rahmat mengapresiasi pemungutan suara di RSJ yang dinilai sebagai bagian peningkatan sistem kepemiluan. Menurutnya tidak semua pasien RSJ tidak dapat memberikan suaranya dalam pemilu. DEngan memberikan kesempatan bagi pasien RSJ merupakan bentuk perlindungan HAM. Kami mengapresiasi pelaksanaan pemungutan suara di RSJ Mataram ini, katanya.

Selain RSJ, Komnas HAM juga memantau proses pemungutan suara di Lembaga Pemasyarakata, penampungan warga Ahmadiyah di Transito, tahanan Polda NTB, serta sejumlah rumah sakit di Kota Mataram. Dia berharap kedepanya proses seperti itu dapat lebih ditingkatkan dengan sehingga dapat mempengaruhi tingkat partisipasi pemilih
 

  • SUHARDI SOUD, SE
    Ketua KPU Prov NTB
  • YAN MARLI, M.Pd., MM.Pd
    ANGGOTA KPU PROVINSI NTB
  • H. SYAMSUDIN
    ANGGOTA KPU PROVINSI NTB
  • AGUS HILMAN, S.Sos., M.Si
    ANGGOTA KPU PROVINSI NTB
  • ZURIATI, SP
    ANGGOTA KPU PROVINSI NTB
 
  • MARS ANSORI WIJAYA
    SEKRETARIS KPU PROVINSI NTB
  • I MADE MERTA ARTA, SH., MH
    KEPALA BAGIAN PROGRAM, DATA ORGANISASI DAN SDM
  • BAIQ NELLY YUNIARTI, AP., M.Si
    KEPALA BAGIAN KEUANGAN, UMUM DAN LOGISTIK
  • H. SUHAILI, SH., MH
    KEPALA BAGIAN HUKUM, TEKNIS DAN HUPMAS
  • KIAGUS NOVIAN PRIBADI, ST
    KEPALA SUB BAGIAN SDM
  • NINING WAHYUNI, SE
    KEPALA SUB BAGIAN KEUANGAN
  • ARMIANI BASRI, S.SOS
    KEPALA SUB BAGIAN PROGRAM DAN DATA
  • BAIQ AGUSTINA TRESNADEWI, SH
    KEPALA SUB BAGIAN HUKUM
 
 
 

Polling PPID

Apakah Saudara Puas Dengan Layanan Keterbukaaan Informasi KPU Provinsi NTB : SANGAT PUAS, PUAS, CUKUP, PERLU DITINGKATKAN?

Sangat Puas
Puas
Cukup
Perlu Ditingkatkan

Hasil Polling Web

Sangat Puas 67%
Puas 33%