KECEWA, BAWASLU WALK OUT

Beda Pendapat Teknis Rekapitulasi

Mataram. Rekapitulasihasil penghitungan suar pemilu legislative tingkat provinsi diwarnai aksi walk out oleh tiga komisioner Bawsalu NTB. Ketua bawaslu NTB M Khuwailid, Syamsuddin dan Bambang Karyono keluar dari ruangan siding pleno di Grend Legi. Mereka tampak kecewa dengan mekanisme rekapitulasi penghitungan suara yang dilakukan KPU.

Bawaslu menilai rekapitulasi yang dijalankan KPU tidak sesuai kesepakatan awal yakni membahas perolehan hasil penghitungan DPR RI, DPD, DPRD dan DPRD kabupaten/kota dilakukan per daerah pemilihan. Bukan per kabupaten/kota seperti yang dilakukan oleh KPU.

Aksi walk out tersebut karuan mengganggu proses rekapitulasi tersebut. Khuwailid mengangap KPU tidak konsisten dengan kesepakatan bersama dalam forum sebelum pleno rekapitulasi itu dilaksanakan . Kok tidak konsisten dengan kesepatan, ujar khuwailid di luar arena rapat pleno kemarin.

Bambang Karyono juga menyampaikan rasa kekecewaannya. Menurutnya seharusnya rekapitulasi itu dilakukan per dapil baik berupa tanggapan oleh Bawaslu, Panwaslu, saksi partai dan DPD RI. Dia juga meminta semua pihak menghargai kerja Bawaslu yang juga sebagai penyelenggara pemilu.

Karuan aksi komisioner Bawaslu tersebut menuai pro kontra antara para peserta rapat pleno. Ada yang mendukung , ada juga yang menilai aksi tersebut mengganggu proses rekapitulasi. Menangapi hal tersebut, Ketua KPU Lalu Aksar Ansori mengatakan mekanisme dan jadwal rapat pleno rekapitulasi suara tersebut sudah tercantum dalam PKPu 27/2013.

Menurutnya, aturan tersebut sudah disetujui dan disampaikan oleh Bawaslu sehingga dia menegaskan KPU tidak rekayasa. Adapun rekapitulasi per kabupaten/kota itu dimaksudkan agar lebih tertata. Setelah rekapitulasi dari kabupaten/kota disampaikan ruang sepuasnya untuk bawaslu dan saksi parpol menyangkut keberatan dan tanggapannya terhadap hasil rekapitulasi. Mungkin ini beda cara pandang saja, ungkapnya.

Sementara itu, sistem penjagaan ketat diberlakukan oleh aparat kepolisian. Sejumlah aparat kepolisian menjaga ketat sekitar lokasi pelaksanaan rapat pleno tersebut. Bahkan polisi juga mengunakan metal detector untuk mengantisipasi ganguan keamanan.

Seluruh peserta yang masuk arena rapat pleno diperiksa  tanpa terkecuali termasuk sejumlah pewarta. Polisi menggeledah seluruh bawaan peserta rapat pleno baik itu tas ransel, jaket, dan lainnya. Dengan begitu diharapkan rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara berjalan lancar.


  • SUHARDI SOUD, SE
    Ketua KPU Prov NTB
  • YAN MARLI, M.Pd., MM.Pd
    ANGGOTA KPU PROVINSI NTB
  • H. SYAMSUDIN
    ANGGOTA KPU PROVINSI NTB
  • AGUS HILMAN, S.Sos., M.Si
    ANGGOTA KPU PROVINSI NTB
  • ZURIATI, SP
    ANGGOTA KPU PROVINSI NTB
 
  • MARS ANSORI WIJAYA
    SEKRETARIS KPU PROVINSI NTB
  • I MADE MERTA ARTA, SH., MH
    KEPALA BAGIAN PROGRAM, DATA ORGANISASI DAN SDM
  • BAIQ NELLY YUNIARTI, AP., M.Si
    KEPALA BAGIAN KEUANGAN, UMUM DAN LOGISTIK
  • H. SUHAILI, SH., MH
    KEPALA BAGIAN HUKUM, TEKNIS DAN HUPMAS
  • KIAGUS NOVIAN PRIBADI, ST
    KEPALA SUB BAGIAN SDM
  • NINING WAHYUNI, SE
    KEPALA SUB BAGIAN KEUANGAN
  • ARMIANI BASRI, S.SOS
    KEPALA SUB BAGIAN PROGRAM DAN DATA
  • BAIQ AGUSTINA TRESNADEWI, SH
    KEPALA SUB BAGIAN HUKUM
 
 
 

Polling PPID

Apakah Saudara Puas Dengan Layanan Keterbukaaan Informasi KPU Provinsi NTB : SANGAT PUAS, PUAS, CUKUP, PERLU DITINGKATKAN?

Sangat Puas
Puas
Cukup
Perlu Ditingkatkan

Hasil Polling Web

Sangat Puas 67%
Puas 33%