KPU NTB KEMBALI BERADA DI POSISI 5 BESAR DALAM KUALITAS LAPORAN KEUANGAN

Laporan keuangan (financial statement) adalah hasil akhir dari proses kegiatan akuntansi atau suatu ringkasan dari transaksi keuangan. Laporan keuangan disusun untuk memberikan informasi tentang posisi harta, utang, dan modal yang terjadi dalam rumah tangga perusahaan serta laba dan ruginya.

Penyusunan laporan keuangan dimaksudkan untuk mengarah pada tujuan tertentu. Tujuan laporan keuangan secara umum adalah memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja, dan arus kas perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam rangka membuat keputusan-keputusan ekonomi. Di samping itu juga untuk menunjukkan pertanggungjawaban (stewardship) manajemen atas penggunaan sumber daya-sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. 

Ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai disebut dengan sifat atau karakteristik kualitatif. Sifat kualitatif laporan keuangan tersebut di antaranya meliputi hal-hal sebagai berikut.

1.      Dapat dipahami, artinya laporan keuangan mudah untuk dipahami oleh pemakai.

2.      Relevan, artinya laporan keuangan harus sesuai dengan tujuan operasional perusahaan dan memenuhi kebutuhan pemakai dalam proses pengambilan keputusan.

3.      Materialitas, artinya suatu laporan atau fakta dipandang material apabila kelalaian dalam mencantumkan atau kesalahan mencatat informasi dapat memengaruhi keputusan ekonomi pemakai dengan analisis bahwa keadaan lain sebagai bahan pertimbangan lengkap.

4.      Keandalan (reliable), artinya informasi laporan keuangan harus bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang tulus dan jujur (faithful representation).

5.      Penyajian jujur, artinya informasi akuntansi harus menggambarkan kejujuran transaksi serta peristiwa lain yang seharusnya disajikan atau secara wajar dapat diharapkan untuk disajikan.

6.      Substansi mengungguli bentuk, artinya jika dimaksudkanuntuk menyajikan informasi dengan jujur, maka transaksi perlu dicatat dan disajikan sesuai dengan substansi dan realitas ekonomi, bukan hanya bentuk hukumnya.

7.      Netralitas, artinya informasi akuntansi harus diarahkan pada kebutuhan umum pemakai, tidak bergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak tertentu.

8.      Pertimbangan sehat, artinya informasi yang disajikan mengandung unsur kehati-hatian pada saat melakukan perkiraan dalam kondisi ketidakpastian.

9.      Kelengkapan, artinya informasi dalam laporan keuangan harus lengkap dalam batasan materialitas dan biaya.

10.  Dapat dibandingkan, artinya informasi akuntansi harus dapat dibandingkan dengan laporan periode sebelumnya serta dapat dibandingkan dengan perusahaan lain yang sejenis.

 

Jenis Laporan keuangan yang lengkap terdiri atas komponen-komponen berikut ini.

a.      Neraca, yaitu laporan yang menggambarkan posisi keuangan, baik aktiva, kewajiban, maupun ekuitas suatu perusahaan selama periode tertentu.

b.      Laporan laba/rugi, yaitu laporan yang menggambarkan jumlah penghasilan dan beban suatu perusahaan selama suatu periode.

c.       Laporan perubahan ekuitas, yaitu laporan yang berisi tentang perubahan ekuitas yang menunjukkan penambahan atau berkurangnya kekayaan selama periode tertentu (aktiva bersih).

d.      Laporan arus kas, yaitu laporan mengenai arus kas selama periode tertentu yang diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan.

 

Berdasarkan definisi dan jenis laporan keuangan, maka laporan keuangan dapat berfungsi sebagai:

a.      alat perencanaan, pengendalian kegiatan perusahaan, dan dasar pembuatan keputusan bagi pimpinan perusahaan.

b.      laporan selama menjalankan perusahaan yang benar-benar dapat dipertanggungjawabkan kepada pemilik perusahaan dan pihak lain di luar perusahaan yang membutuhkan laporan tersebut.

Berdasarkan karakteristik, jenis dan fungsi pelaksanaan keuangan tersebut diatas, KPU telah melaksanakan Penyusunan laporan keuangan sesuai petunjuk dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga KPU Provinsi NTB kembali menerima penghargaan sebagai unit Akutansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W) dalam peringkat 5 (lima) besar atas kualitas Laporan Keuangn tingkat UAPPA-W dan Pelaksanaan Rekonsiliasi Tahun Anggaran 2013 Unadited pada kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Tepatnya tanggal 4 Maret 2014, bertempat di LPMP Sekretaris KPU Provinsi NTB Hj. Desak Putu Yuliastini, SH., MH. berkesempatan hadir dan menerima penghargaan sebagai unit Akutansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W) dengan urutan peringkat 2 atas kualitas Laporan Keuangn tingkat UAPPA-W dan Pelaksanaan Rekonsiliasi Tahun Anggaran 2013 Unadited pada kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ini merupakan prestasi yang harus kita banggakan dan syukuri, jelas Hj Desak Putu Yuliastini.


  • SUHARDI SOUD, SE
    Ketua KPU Prov NTB
  • YAN MARLI, M.Pd., MM.Pd
    ANGGOTA KPU PROVINSI NTB
  • H. SYAMSUDIN
    ANGGOTA KPU PROVINSI NTB
  • AGUS HILMAN, S.Sos., M.Si
    ANGGOTA KPU PROVINSI NTB
  • ZURIATI, SP
    ANGGOTA KPU PROVINSI NTB
 
  • MARS ANSORI WIJAYA
    SEKRETARIS KPU PROVINSI NTB
  • I MADE MERTA ARTA, SH., MH
    KEPALA BAGIAN PROGRAM, DATA ORGANISASI DAN SDM
  • BAIQ NELLY YUNIARTI, AP., M.Si
    KEPALA BAGIAN KEUANGAN, UMUM DAN LOGISTIK
  • H. SUHAILI, SH., MH
    KEPALA BAGIAN HUKUM, TEKNIS DAN HUPMAS
  • KIAGUS NOVIAN PRIBADI, ST
    KEPALA SUB BAGIAN SDM
  • NINING WAHYUNI, SE
    KEPALA SUB BAGIAN KEUANGAN
  • ARMIANI BASRI, S.SOS
    KEPALA SUB BAGIAN PROGRAM DAN DATA
  • BAIQ AGUSTINA TRESNADEWI, SH
    KEPALA SUB BAGIAN HUKUM
 
 
 

Polling PPID

Apakah Saudara Puas Dengan Layanan Keterbukaaan Informasi KPU Provinsi NTB : SANGAT PUAS, PUAS, CUKUP, PERLU DITINGKATKAN?

Sangat Puas
Puas
Cukup
Perlu Ditingkatkan

Hasil Polling Web

Sangat Puas 67%
Puas 33%