MEMBUMIKAN PESAN PEMILU 2014 MELALUI KARNAVAL/KIRAB

Pemungutan suara pemilu anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota tinggal  25 hari lagi, dan tanggal 16 Maret 2014 peserta pemilu sudah memulai kampanye rapat umum perdana mereka. Dengan semangat dan komitmen untuk meningkatkan partisipasi masyarakat menggunakan hak pilihnya pada pemilu 2014, Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara serentak di seluruh Indonesia menyelenggarakan karnaval atau kirab pemilu 2014.

Ditemui di ruang kerjanya Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Pengembangan SDM KPU Provinsi NTB Agus,M.Si mengatakan KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota memiliki komitmen sekaligus semangat yang sama untuk mempersembahkan pemilu 2014 sebagai pemilu paling berkualitas dan berintegritas sepanjang sejarah kepemiluan di Indonesia.

Indonesia telah meyakini demokrasi sebagai sistem politiknya. Implementasi demokrasi dalam pemilu tentu harus memenuhi persyaratan kualitas dan integritas sehingga seluruh proses tahapan maupun hasil pemilu memiliki akuntabilitas yang tinggi. Dalam ikhtiar membumikan pesan tentang pemilu berkualitas dan berintegritas KPU Provinsi NTB dan seluruh KPU Kabupaten/Kota di NTB pada hari ini, Sabtu, 15 Maret 2014 menyelenggarakan karnaval atau kirab pemilu pemilu 2014.

Terwujudnya pemilu berkualitas dan berintegritas memerlukan komitmen dan gerak yang sama antara penyelenggara pemilu, peserta pemilu, pemilih dan Stakeholders (pemangku kepentingan). Kecurangan pemilu misalnya tidak hanya berpotensi dilakukan oleh penyelenggara pemilu tetapi peserta pemilu dan pemilih juga memiliki potensi yang sama melakukan aktivitas tidak terpuji itu. Untuk mengikat komitmen semua pihak itu, dalam karnaval ini kita isi dengan deklarasi pemilu damai. Seluruh peserta pemilu baik partai politik maupun calon anggota DPD Dapil Nusa Tenggara Barat mengucapkan beberapa poin kesepakatan sekaligus menandatangani kesepakatan tersebut yang kemudian kita kenal dengan deklarasi pemilu damai. Tentu saja diharapkan apa yang telah diucapkan dan ditandatangani dapat dilaksanakan dengan baik. Disamping itu agenda karnaval atau kirab ini juga sekaligus menjadi media KPU menyampaikan pesan pemilu kepada masyarakat dengan harapan masyarakat semakin mengetahui bahwa hari Rabu, 9 April 2014 sebagai hari dan tanggal pemungutan suara untuk pemilu anggota DPR, DPD dan DPRD. Dengan pengetahuan itu diharapkan masyarakat mendapat stimuli atau rangsangan untuk menggunakan hak pilih mereka, serta tidak menjadi aktor yang golput.

Mengapa masyarakat didorong untuk tidak golput dalam pemilu 2014. Agus,M.Si mengatakan apabila kita meminjam istilah di dunia privat atau perusahaan, rakyat dalam sistem politik demokrasi yang berbentuk perwakilan itu adalah pemilik saham kekuasaan. Para wakil apakah itu DPR,DPD maupun DPRD tidak lebih dari pegawai yang harus melaksanakan semua keinginan dan kebutuhan pemilik saham. Maka agar kebutuhan para pemilik saham ini bisa terpenuhi dengan baik, pemilik saham harus menentukan sendiri siapa yang mereka percaya sebagai pegawai mereka, tentu berdasarkan kriteria kapasitas, profesionalitas dan integritas para calon yang ada, bukan berdasarkan pertimbangan primordialis. Pemilik saham tidak boleh menyerahkan rekrutmen pegawai mereka kepada orang lain. Kata lainnya dalam menentukan wakil mereka, rakyat tidak boleh menyerahkannya pada orang lain, mereka sendirilah yang harus menentukan secara otonom.

Acara karnaval atau kirab pemilu 2014 diselenggarakan secara bersama-sama antara KPU Provinsi NTB dan KPU Kota Mataram. Hadir dalam acara tersebut adalah Gubernur Nusa Tenggara Barat DR. TGH. Zainul Majdi, MA, Kapolda NTB Brigjen.Pol.Drs.Moechgiyarto,SH,M.Hum, Sekretaris Daerah Provinsi NTB H.Muhammad Nur,SH,MH, Wakil Wali Kota Mataram, Ketua DPRD Kota Mataram, Kapolres Kota Mataram, Ketua beserta Anggota KPU Provinsi NTB, Ketua beserta Anggota KPU Kota Mataram, pimpinan partai politik tingkat provinsi NTB, calon anggota DPD Dapil NTB, serta pimpinan partai politik Kota Mataram.

Dalam sambutannya Ketua KPU Provinsi Nusa Tenggara Barat Lalu Aksar Ansori menyampaikan bahwa karnaval ini dimaksudkan untuk mengajak masyarakat NTB menggunakan hak pilihnya pada hari rabu, 9 April mendatang. Disamping itu kegiatan ini menjadi titik awal bagi peserta pemilu untuk mengimplementasikan pemilu yang damai dan rukun baik dalam masa kampanye, pemungutan suara sampai pasca penghitungan maupun rekapitulasi dan penetapan hasil pemilu. Karena pemilu ini milik seluruh rakyat NTB, kami melibatkan seluruh komponen masyarakat dalam karnaval ini termasuk pemilih pemula, ujar Lalu Aksar Ansori.

Selaku pihak yang bertanggung jawab terhadap keamanan pemilu, Kapolda Nusa Tenggara Barat dalam arahannya kepada seluruh peserta karnaval dan masyarakat NTB mengatakan bahwa Polda Nusa Tenggara Barat sudah siap memberikan rasa aman kepada masyarakat NTB dalam pesta demokrasi ini.  Namun demikian kami juga mengharapkan dukungan yang baik dari semua partai politik dan calon anggota DPD. Kita boleh berbeda warna baju dan pilihan, namun keamanan NTB harus diletakkan pada posisi yang paling utama, ujar Kapolda NTB.

Sementara itu Gubernur Nusa Tenggara Barat DR. TGH. Zainul Majdi, MA menyatakan pemerintah dan kita semua sudah sewajarnya memberi apresiasi kepada KPU Provinsi NTB yang telah sangat siap menyelenggarakan pemilu. Dengan menggunakan segala sumber daya secara maksimal saya melihat KPU Provinsi NTB sudah siap mensukseskan pemilu 2014. Sebagai konsekuensi dari sistem perwakilan yang kita anut, maka sudah sewajarnya seluruh masyarakat menggunakan hak pilihnya atau jangan ada yang golput. Saya juga mengucapkan selamat kepada teman-teman partai politik dan calon Anggota DPD yang ikut berkompetisi. Meskipun kita dalam suasana kompetisi, namun keutuhan dan keselamatan NTB tetap menjadi tujuan utama kita. Demikian disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Barat.

Acara pembukaan karnaval diikuti oleh pernyataan sikap sekaligus penandatanganan pernyataan sikap peserta pemilu baik partai politik maupun calon anggota DPD. Terdapat 4 (empat) komponen pernyataan sikap yang disepakati dan ditandatangani peserta pemilu adalah; (1) menjalankan proses tahapan pemilu 2014 secara damai dan demokratis, serta berintegritas, bersih, tanpa politik uang, (2) dalam melaksanakan kampanye, kami tidak akan menghina seseorang, Agama, Suku, Ras, Golongan, calon dan/atau peserta pemilu lainnya, serta tidak akan merusak dan/atau menghilangkan alat peraga kampanye peserta pemilu lainnya, (3) siap menerima hasil pemilu sesuai ketentuan yang berlaku, serta akan ikut memelihara stabilitas daerah yang kondusif baik pada saat tahapan maupun pasca tahapan pemilu 2014, (4) siap menyampaikan laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye (LPPDK) paling lambat 15 hari setelah hari pemungutan suara pemilu tahun 2014.


  • SUHARDI SOUD, SE
    Ketua KPU Prov NTB
  • YAN MARLI, M.Pd., MM.Pd
    ANGGOTA KPU PROVINSI NTB
  • H. SYAMSUDIN
    ANGGOTA KPU PROVINSI NTB
  • AGUS HILMAN, S.Sos., M.Si
    ANGGOTA KPU PROVINSI NTB
  • ZURIATI, SP
    ANGGOTA KPU PROVINSI NTB
 
  • MARS ANSORI WIJAYA
    SEKRETARIS KPU PROVINSI NTB
  • I MADE MERTA ARTA, SH., MH
    KEPALA BAGIAN PROGRAM, DATA ORGANISASI DAN SDM
  • BAIQ NELLY YUNIARTI, AP., M.Si
    KEPALA BAGIAN KEUANGAN, UMUM DAN LOGISTIK
  • H. SUHAILI, SH., MH
    KEPALA BAGIAN HUKUM, TEKNIS DAN HUPMAS
  • KIAGUS NOVIAN PRIBADI, ST
    KEPALA SUB BAGIAN SDM
  • NINING WAHYUNI, SE
    KEPALA SUB BAGIAN KEUANGAN
  • ARMIANI BASRI, S.SOS
    KEPALA SUB BAGIAN PROGRAM DAN DATA
  • BAIQ AGUSTINA TRESNADEWI, SH
    KEPALA SUB BAGIAN HUKUM
 
 
Bagaimana pendapat Anda terhadap Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Tahun 2018 dan Pemilihan Umum Tahun 2019
Sangat Puas
Puas
Cukup Puas
Tidak Puas

Polling PPID

Apakah Saudara Puas Dengan Layanan Keterbukaaan Informasi KPU Provinsi NTB : SANGAT PUAS, PUAS, CUKUP, PERLU DITINGKATKAN?

Sangat Puas
Puas
Cukup
Perlu Ditingkatkan

Hasil Polling Web

Sangat Puas 67%
Puas 33%