PARTISIPASI PEMILIH PADA PEMILUKADA HARUS LEBIH BAIK

Mataram. Apabila mengitung angka partisipasi dari pemilih terdaftar dalam  DPT, DPTb, DPK, dan DPKTb, maka angka partisipasi masyarakat NTB pada pemilu anggota legislatif 2014 berada pada angka 77,32%. Kemudian pada pemilu presiden turun menjadi 71,80 %. Tetapi jika mengukurnya hanya dari DPT, maka pada pemilu legislatif angka partisipasi pemilih kita 79,58%, dan pada pemilu presiden 77,32%. Demikian disampaikan Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan SDM KPU Provinsi NTB Agus, M.Si, di ruang kerjanya, kamis 12 Februari 2015.

Ketika ditanya oleh Tiem Humas KPU NTB bagaimana prediksinya pada pemilukada mendatang?. Agus menuturkan memang kebiasaannya partisipasi masyarakat pada pemilu legislative cenderung lebih tinggi dabanding pemilu presiden. Tetapi jika pemilukada biasanya partisipasi masyarakat untuk memilih naik kembali.

Saya tidak ingin berspekulasi tentang faktor-faktor apa yang dominan mempengaruhi partisipasi pemilih, karena kita memang belum pernah melakukan riset tentang itu. Tetapi saya ingin mengatakan ada multi-faktor yang bekerja mempengaruhi partisipasi pemilih di NTB ini. Diantara faktor-faktor itu misalnya, kualitas dan kuantitas sosialisasi yang dilakukan oleh KPU, mobilisasi masyarakat oleh peserta pemilu, tinggi rendahnya kepentingan politik antara pemilih dengan kandidat, kualitas daftar pemilih, dan lain-lain.

Jika kita melihat variabel-variabel indevenden tadi, maka hampir semuanya sempurna pada pemilu nasional 2014 lalu. Sosialisasi misalnya, disamping intensitasnya tinggi inovasi atau kreasi-kreasinya juga luar biasa untuk menyentuh semua segmen masyarakat. Kita sangat terbantu dengan pemilihan segmentasi oleh KPU RI menjadi pemilih pemula, perempuan, marginal, disabilitas. Dengan pemisahan segmen itu kita lebih mudah memproduksi pesan dan merencanakan metode serta media yang tepat untuk masing-masing segmen. Dengan begitu komunikasinya menjadi efektif, kata Agus.

Demikian halnya dengan mobilisasi peserta pemilu. Pada pemilu legislatif semua partai politik beserta calon legislatifnya bergerak melakukan komunikasi politik dengan calon pemilih. Intensitas komunikasi politik yang tinggi oleh peserta pemilu ini sangat membantu kerja sosialisasi pemilu. Saya kira ini baik untuk aspek pendidikan politik. Apalagi KPU RI kemarin membuat desain kampanye yang mendorong peserta pemilu datang ke pemilih secara langsung. Kebijakan KPU RI membatasi baliho calon anggota legislatif dalam PKPU tentang kampanye telah menjadi instrument yang efektif “memaksa” peserta pemilu bertemu langsung secara tatap muka dengan calon pemilih.

Logika ini menjawab masalah turunnya angka partisipasi pemilih pada pemilu presiden. Kenapa pada pemilu presiden turun, karena intensitas komunikasi politik calon presiden atau tim kampanye mereka dengan masyarakat di NTB sangat kurang. Bahkan kemarin teman-teman media sempat mengeluhkan situasi ini. Sedangkan terkait daftar pemilih, kita tahu kualitas daftar pemilih kita kemarin sangat baik. Kesemuanya ini sekali lagi mempengaruhi angka partisipasi pemilih, karena kita menghitung partisipasi pemilih dari berapa porsen pemilih terdaftar yang datang memilih, demikian dijelaskan Agus.

Lebih lanjut Agus mengatakan, apabila kita menginginkan partisipasi pemilih pada pemilukada nanti lebih bagus, maka paling tidak variable-variabel tadi harus dipenuhi. Teman-teman kabupaten/kota yang menyelenggarakan pemilukada harus membuat desain sosialisasi yang lebih bagus, pemutahiran daftar pemilihnya harus bagus, peserta pemilu harus didorong untuk lebih intens melakukan komunikasi politik dengan calon pemilih, dan lain-lain. Jika ini dibereskan maka saya yakin angka partisipasi pemilih dalam pemilukada akan lebih tinggi dibanding pemilu presiden, imbuh Agus.

Disamping angka partisipasi pemilih tinggi, kemampuan pemilih menggunakan hak pilih mereka pada pemilu 2014 juga sangat bagus. Hal ini dapat dilihat dari porsentasi suara sah dan tidak sah. Data perbandingan suara sah dan tidak sah dapat dilihat sebagai berikut.

PROSENTASE JUMLAH SUARA SAH DAN TIDAK SAH PEMILU TAHUN 2014

NO

UNSUR

SUARA SAH DAN TIDAK SAH

PROSENTASE

SAH

TIDAK SAH

JUMLAH

SAH

TIDAK SAH

1

DPR

2,412,489

347,593

2,760,082

87.41%

12.59%

2

DPD

2,256,632

503,450

2,760,082

81.76%

18.24%

3

DPRD

 

 

 

 

 

 

·         DAPIL 1

193,551

24,506

218,057

88.76%

11.24%

 

·         DAPIL 2

443,787

57,932

501,719

88.45%

11.55%

 

·         DAPIL 3

382,390

27,697

410,087

93.25%

6.75%

 

·         DAPIL 4

229,942

15,661

245,603

93.62%

6.38%

 

·         DAPIL 5

313,532

26,704

340,236

92.15%

7.85%

 

·         DAPIL 6

467,390

28,183

495,573

94.31%

5.69%

 

·         DAPIL 7

241,721

23,078

264,799

91.28%

8.72%

 

·         DAPIL 8

261,223

22,794

284,017

91.97%

8.03%

4

PESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN

2,545,416

        4,581

2,569,997

99.04%

0.96%

  Sumber : Dokumen Bagian Teknis KPU NTB, 2014

  • SUHARDI SOUD, SE
    Ketua KPU Prov NTB
  • YAN MARLI, M.Pd., MM.Pd
    ANGGOTA KPU PROVINSI NTB
  • H. SYAMSUDIN
    ANGGOTA KPU PROVINSI NTB
  • AGUS HILMAN, S.Sos., M.Si
    ANGGOTA KPU PROVINSI NTB
  • ZURIATI, SP
    ANGGOTA KPU PROVINSI NTB
 
  • MARS ANSORI WIJAYA
    SEKRETARIS KPU PROVINSI NTB
  • I MADE MERTA ARTA, SH., MH
    KEPALA BAGIAN PROGRAM, DATA ORGANISASI DAN SDM
  • BAIQ NELLY YUNIARTI, AP., M.Si
    KEPALA BAGIAN KEUANGAN, UMUM DAN LOGISTIK
  • H. SUHAILI, SH., MH
    KEPALA BAGIAN HUKUM, TEKNIS DAN HUPMAS
  • KIAGUS NOVIAN PRIBADI, ST
    KEPALA SUB BAGIAN SDM
  • NINING WAHYUNI, SE
    KEPALA SUB BAGIAN KEUANGAN
  • ARMIANI BASRI, S.SOS
    KEPALA SUB BAGIAN PROGRAM DAN DATA
  • BAIQ AGUSTINA TRESNADEWI, SH
    KEPALA SUB BAGIAN HUKUM
 
 
 

Polling PPID

Apakah Saudara Puas Dengan Layanan Keterbukaaan Informasi KPU Provinsi NTB : SANGAT PUAS, PUAS, CUKUP, PERLU DITINGKATKAN?

Sangat Puas
Puas
Cukup
Perlu Ditingkatkan

Hasil Polling Web

Sangat Puas 67%
Puas 33%